Banyak
organisasi mengadopsi sistem ERP karena disebut-sebut bermanfaat. Sistem perencanaan
sumber daya perusahaan (ERP) mengintegrasikan proses bisnis yang beragam dan
menempatkan perusahaan menuju kesuksesan, efisiensi dan efektivitas.
Implementasi dari ERP memerlukan rekayasa ulang proses bisnis yang luas. Hal
ini juga menyebutkan bahwa 70% usaha rekayasa ulang proses bisnis gagal. Dalam
penelitian ini kami telah mengidentifikasi tantangan dan penyebab mereka yang
mempengaruhi rekayasa ulang proses bisnis dalam implementasi ERP.
Rabu, 25 Maret 2015
The Situations of Sole Proprietorship, E-Commerce Entrepreneurs and Trends in Their E-commerce: A Case Study in Thailand
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk memeriksa situasi kepemilikan tunggal, pengusaha
e-commerce dan tren dalam e-commerce mereka. Penelitian ini menggunakan gabungan
pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk pengumpulan data. Studi menemukan
bahwa kepemilikan tunggal e-commerce paling
banyak dimiliki perempuan antara 31 dan 40 tahun yang memiliki pendidikan
dengan gelar sarjana (63.16%) dan menghasilkan gambar pendapatan 40,001-50.000 bahts
per bulan (perkiraan $1 USD = 33 bahts). Sebagian besar kepemilikan tunggal ini (66.59%) terletak di
bagian tengah Thailand. Pengusaha ini menghabiskan lebih dari delapan jam
sehari pada bisnis mereka dan menyediakan produk-produk nya dengan diri mereka sendiri.
Namun, sebagian besar masalah yang dihadapi oleh kepemilikan tunggal ini, pengusaha
e-commerce melibatkan biaya untuk investasi dalam bisnis dan pengetahuan yang
diperlukan untuk menjadi seorang pengusaha. Namun demikian, kecenderungan dalam
kepemilikan tunggal, pengusaha e-commerce di Thailand akan meningkat dengan adaptasi
dari mobile-commerce dalam masyarakat Thailand.
A Hybrid Grey-Game-MCDM Method for ERP Selecting Based on BSC
Sebuah
software Enterprise Resource Planning
(ERP) dibutuhkan untuk industri dan perusahaan yang ingin berkembang di masa
depan. Banyak pabrikan dan perusahaan memiliki masalah dengan pemilihan
software ERP. Sebuah proses pemilihan yang tidak tepat dapat mempengaruhi
implementasi dan kinerja perusahaan secara signifikan. Meskipun beberapa model
diusulkan untuk memecahkan masalah ini banyak dari mereka tidak menganggap ketidakpastian
sebagai faktor lingkungan yang efektif. Dalam penelitian saat ini model baru telah
dirancang. Model ini berdasarkan pada Balance
Score Card (BSC) dan di samping itu, ketidakpastian perlu dipertimbangkan.
Tulisan ini menggunakan tiga-parameter konsep interval angka abu-abu yang
berasal dari teori-abu-abu untuk mengurangi ketidakpastian. Selain itu, digunakan
model gabungan untuk pembobotan metode yang berdasarkan pada metode Shapley dan
Entropy. Kombinasi pendekatan ini juga dikarenankan untuk mengurangi
ketidakpastian. Dan pada akhirnya, sebuah metode baru yang bernama metode proyeksi
fungsi atribut digunakan untuk peringkat. Terdapat sebuah studi kasus pada
akhir tulisan ini yang menunjukkan bagaimana model ini bekerja.
Selasa, 24 Maret 2015
Research on Design Information Management System for Leather Goods
Ide untuk
menciptakan sebuah desain manajemen sistem informasi pada barang-barang kulit
telah coba diajukan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada pada manajemen
system informasi barang-barang kulit sekarang ini.Prinsip kerja dari manajemen
system informasi pada barang-barang kulit di analisis secara rinci. Pertama,
pendekatan desain manajemen system untuk barang-barang kulit yang diperoleh
telah diperkenalkan. Kedua, cara pemrosesan desain informasi telah
diperkenalkan. Ketiga, manajemen desain informasi dalam database telah
dipelajari. Terakhir, aplikasi dari system didiskusikan dengan mengambil produk
sepatu sebagai contoh.
Langganan:
Postingan (Atom)