Rabu, 25 Maret 2015

Factors Affecting Business Process Reengineering in ERP implementation: A Literature Review

Banyak organisasi mengadopsi sistem ERP karena disebut-sebut bermanfaat. Sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) mengintegrasikan proses bisnis yang beragam dan menempatkan perusahaan menuju kesuksesan, efisiensi dan efektivitas. Implementasi dari ERP memerlukan rekayasa ulang proses bisnis yang luas. Hal ini juga menyebutkan bahwa 70% usaha rekayasa ulang proses bisnis gagal. Dalam penelitian ini kami telah mengidentifikasi tantangan dan penyebab mereka yang mempengaruhi rekayasa ulang proses bisnis dalam implementasi ERP.

The Situations of Sole Proprietorship, E-Commerce Entrepreneurs and Trends in Their E-commerce: A Case Study in Thailand

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa situasi kepemilikan tunggal, pengusaha e-commerce dan tren dalam e-commerce mereka. Penelitian ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk pengumpulan data. Studi menemukan bahwa  kepemilikan tunggal e-commerce paling banyak dimiliki perempuan antara 31 dan 40 tahun yang memiliki pendidikan dengan gelar sarjana (63.16%) dan menghasilkan gambar pendapatan 40,001-50.000 bahts per bulan (perkiraan $1 USD = 33 bahts). Sebagian besar  kepemilikan tunggal ini (66.59%) terletak di bagian tengah Thailand. Pengusaha ini menghabiskan lebih dari delapan jam sehari pada bisnis mereka dan menyediakan produk-produk nya dengan diri mereka sendiri. Namun, sebagian besar masalah yang dihadapi oleh kepemilikan tunggal ini, pengusaha e-commerce melibatkan biaya untuk investasi dalam bisnis dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi seorang pengusaha. Namun demikian, kecenderungan dalam kepemilikan tunggal, pengusaha e-commerce di Thailand akan meningkat dengan adaptasi dari mobile-commerce dalam masyarakat Thailand.


A Hybrid Grey-Game-MCDM Method for ERP Selecting Based on BSC


Sebuah software Enterprise Resource Planning (ERP) dibutuhkan untuk industri dan perusahaan yang ingin berkembang di masa depan. Banyak pabrikan dan perusahaan memiliki masalah dengan pemilihan software ERP. Sebuah proses pemilihan yang tidak tepat dapat mempengaruhi implementasi dan kinerja perusahaan secara signifikan. Meskipun beberapa model diusulkan untuk memecahkan masalah ini banyak dari mereka tidak menganggap ketidakpastian sebagai faktor lingkungan yang efektif. Dalam penelitian saat ini model baru telah dirancang. Model ini berdasarkan pada Balance Score Card (BSC) dan di samping itu, ketidakpastian perlu dipertimbangkan. Tulisan ini menggunakan tiga-parameter konsep interval angka abu-abu yang berasal dari teori-abu-abu untuk mengurangi ketidakpastian. Selain itu, digunakan model gabungan untuk pembobotan metode yang berdasarkan pada metode Shapley dan Entropy. Kombinasi pendekatan ini juga dikarenankan untuk mengurangi ketidakpastian. Dan pada akhirnya, sebuah metode baru yang bernama metode proyeksi fungsi atribut digunakan untuk peringkat. Terdapat sebuah studi kasus pada akhir tulisan ini yang menunjukkan bagaimana model ini bekerja.

Selasa, 24 Maret 2015

Research on Design Information Management System for Leather Goods

Ide untuk menciptakan sebuah desain manajemen sistem informasi pada barang-barang kulit telah coba diajukan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada pada manajemen system informasi barang-barang kulit sekarang ini.Prinsip kerja dari manajemen system informasi pada barang-barang kulit di analisis secara rinci. Pertama, pendekatan desain manajemen system untuk barang-barang kulit yang diperoleh telah diperkenalkan. Kedua, cara pemrosesan desain informasi telah diperkenalkan. Ketiga, manajemen desain informasi dalam database telah dipelajari. Terakhir, aplikasi dari system didiskusikan dengan mengambil produk sepatu sebagai contoh.